Ungkap Pabrik Narkoba Terbesar di Malang, Kabareskrim Polri: Beroperasi Selama 2 Bulan, Per Hari 4.000 Butir Ekstasi

- Kamis, 4 Juli 2024 | 23:15 WIB
Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Wahyu Widada. (Foto: Instagram @wahyuwidada)
Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Wahyu Widada. (Foto: Instagram @wahyuwidada)

Arahpublik.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan pengungkapan pabrik narkoba tersebar di Malang, Jawa Timur (Jatim).

Pengungkapan itu dilakukan di Jalan Bukit Barisan No.2, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang pada Rabu (3/7/2024) kemarin.

Dikutip dari berbagai sumber, lokasi ini disamarkan sebagai kantor event organizer.

Akan tetapi, sebenarnya digunakan untuk memproduksi tembakau sintetis (tembakau gorila), pil ekstasi, dan xanax.

Baca Juga: Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama Milik Indonesia, Jokowi: Terbesar di Asia Tenggara

Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Wahyu Widada menyatakan, pengungkapan laboratorium narkoba terbesar ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya di sebuah gudang di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada 29 Juni 2024 lalu.

Dari hasil operasi ini, delapan orang tersangka berhasil diamankan, termasuk YC (23) sebagai peracik narkoba, FP (21), DA (24), SR (21), dan SS (28) sebagai pembantu peracik, RR (23), IR (25), dan HA (21) sebagai pengedar.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh polisi antara lain 1,2 ton tembakau sintetis, 25 ribu pil ekstasi, 25 ribu pil xanax, dan 40 kilogram bahan baku narkoba jenis inaka yang setara dengan 2 ton produk jadi (ekstasi dan xanax).

Wahyu menyatakan, pabrik ini telah beroperasi selama dua bulan dan mampu memproduksi 4.000 butir ekstasi setiap harinya.

Baca Juga: Spanyol Hingga Portugal Siap Tanding di Perempat EURO 2024, Ini Jadwalnya

“Pabrik ini beroperasi selama 2 bulan dan menghasilkan 4.000 butir ekstasi per hari,” ujarnya, Kamis (4/7/2024).

Wahyu membeberkan, kasus ini terungkap setelah polisi berhasil mengungkap peredaran 23 kg tembakau sintetis di Kalibata, Jakarta.

Dari situ, polisi menemukan jaringan yang merujuk pada pabrik narkoba di Malang, yang memproduksi tiga jenis narkoba: tembakau sintetis, ekstasi, dan xanax.

Diperkirakan sebanyak 7,3 juta jiwa dapat diselamatkan, dengan potensi penghematan pengeluaran keuangan negara dari biaya rehabilitasi terhadap penyalahguna sebesar Rp7,632 triliun.

Halaman:

Editor: Al-Afgani Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X