Serang Pusat Data Nasional, Hacker Minta Tebusan Rp131 Miliar, Ini Upaya Badan Siber dan Sandi Negara

- Selasa, 25 Juni 2024 | 22:51 WIB
Ilustrasi hacker meretas server. (Foto: Freepik/image by freepik)
Ilustrasi hacker meretas server. (Foto: Freepik/image by freepik)

Arahpublik.com – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian menegaskan, server PDNS down akibat serangan siber yang memanfaatkan ransomware brain chipher (brain 3.0).

Diketahui, Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) mengalami gangguan akibat serangan siber.

Bahkan, saat menyerang, sang "hacker" menggunakan ransomware dan meminta tebusan US$8 juta atau senilai Rp131 miliar.

Sedikitnya, ada 210 data institusi di sistem PDNS yang terganggu akibat serangan ransomware ini.

Baca Juga: PKS Usung Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilkada Jakarta, Netizen: Plit Twist Banget

Salah satunya dirasakan oleh layanan keimigrasian Indonesia sejak Kamis (20/6/2024) lalu.

Serangan siber ransomware ini merupakan varian baru yang teridentifikasi.
Karena itu, pemerintah menyatakan, pemulihannya membutuhkan waktu guna mempelajari pola serangan yang dilakukan.

"Ini adalah pengembangan terbaru dari ransomware Lockbit 3.0. Jadi memang ransomware ini kan dikembangkan terus," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Informatikan, Senin (24/6/2024).

"Jadi ini adalah yang terbaru yang setelah kita lihat dari sampel yang sudah dilakukan sementara oleh forensik dari BSSN," sambungnya.

Baca Juga: PKS Usung Anies Baswedan dan Sohibul Iman di Pilkada Jakarta 2024, Ini Alasannya

Hinsa mengatakan, dari insiden ransomware tersebut, BSSN menemukan adanya upaya penonaktifkan fitur keamanan Windows Defender yang terjadi mulai 17 Juni 2024 pukul 23.15 WIB.

Hal tersebut memungkinkan aktivitas malicious dapat berjalan.

Lalu, aktivitas malicious mulai terjadi pada 20 Juni 2024 pukul 00.54 WIB. Di antaranya melakukan instalasi file malicious, menghapus filesystem penting, dan menonaktifkan service yang sedang berjalan.

File yang berkaitan dengan storage, seperti: VSS, HyperV Volume, VirtualDisk, dan Veaam vPower NFS mulai didisable dan crash.

Halaman:

Editor: Al-Afgani Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X